Dody Taufiq Wijaya didampingi Tri Gunawan Hadi kunjungan ke PKUB Kementerian Agama.

DPP LDII dan Kemenag Perkuat Ukhuwah Berbasis Ekoteologi, LDII Kutim Siap Implementasikan

SANGATTA – Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2026–2031, Dody Taufiq Wijaya, didampingi Sekretaris Umum Tri Gunawan Hadi, melakukan kunjungan perdana ke Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI

Dody Taufiq Wijaya didampingi Tri Gunawan Hadi kunjungan ke PKUB Kementerian Agama.

Pertemuan tersebut membahas penguatan ukhuwah Islamiyah yang terintegrasi dengan konsep ekoteologi.

Kepala PKUB Kemenag, M Adib Abdushomad, menyatakan bahwa pihaknya memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan, baik internal maupun antarumat beragama. Ia menekankan pentingnya pengembangan kerukunan yang tidak hanya antar manusia, tetapi juga dengan lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.

Menurutnya, meningkatnya bencana seperti banjir dan longsor menjadi perhatian serius, sehingga diperlukan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi visi pemerintahan Prabowo Subianto melalui Asta Protas Kementerian Agama, yang salah satunya berfokus pada ekoteologi.

Sementara itu, Dody Taufiq Wijaya menegaskan bahwa program prioritas Kemenag sejalan dengan delapan bidang pengabdian LDII, khususnya pada sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan. Ia menyebut, LDII telah menjalankan berbagai program lingkungan sejak 2007, seperti gerakan “Go Green” dan penanaman sejuta pohon secara serentak di seluruh tingkatan organisasi.

Selain itu, LDII juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan, termasuk penggunaan panel surya di lingkungan pondok pesantren. Ke depan, LDII akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat persatuan melalui dakwah bil hal dan pendekatan ekoteologi, serta meningkatkan kapasitas organisasi hingga tingkat bawah.

Di Kutai Timur, Ketua DPD LDII Kutai Timur, Theo Okta Wirawan, didampingi Sekretaris Nurahmat Priono, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai konsep ekoteologi relevan diterapkan di daerah yang memiliki tantangan lingkungan cukup besar.

“Program ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan berbasis nilai keagamaan,” ujarnya.

Theo menambahkan, pihaknya siap mengimplementasikan program tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti gerakan penghijauan, edukasi lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Ia optimistis sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat mampu mendorong pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur. (lines/kutim)