SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kutai Timur menggelar acara bertema “Ayo Nderes” Tahfidzul Quran. Acara ini untuk mewadahi dan mewujudkan generasi penerus (generus) cinta Al Quran. Acara ini berlangsung di Masjid Ulul Albab, Jalan Permai Raya, Sangatta Utara, Kutai Timur, Sabtu (16/2/2026).

Dewan Penasehat DPD LDII Kutim, H Tugiyarso berkesempatan membuka acara. Dalam sambutannya ia mengatakan, untuk menjadi tahfidzul quran harus dilatih sejak usia dini.
Selanjutnya, ia juga berharap generus yang telah mempunyai hafalan juz 30 supaya dipertahankan dan ditingkatkan.
“Dengan kita bisa belajar dan menghafal ayat-ayat alquran, maka akan mendapatkan berbagai keutamaan yang besar dari Allah,” ucap Tugiyarso.
Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari generus mulai usia SD, SMP dan SMA yang tergabung dari TPA se-Kabupaten Kutai Timur di bawah Naungan PC dan PAC LDII Kutai Timur mengikuti kegiatan tersebut. Penderesan hafalan dilaksanakan terdiri dari beberapa kelompok dengan pendamping/guru tahfidz.
Pada Acara ini, Wakil Ketua DPD LII Kutim H Zuhri juga berkesempatan memberikan materi motivasi dan kiat-kiat menjaga hafalan alquran. Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menyukseskan target generus yang mengacu pada kurikulum GBMP dari PPG Kutim, bertujuan menjadikan generus yang cinta terhadap alquran, cerdas, berintelektual dan religius.
Tidak lupa, Zuhri juga memberikan apresiasi pada acara ini.
“Dalam rangka menyambut bulan Ramadan tahun ini, LDII Kutim telah memberikan warna baru kegiatan menderes hafalan alquran generus. Dengan adanya tahfidzul qur’an tentu akan membuat mereka dekat Allah atau taqorub ilallah, menjadikan generasi penerus yang cerdas,” ucap Zuhri.
Zuhri berharap dengan Generus memiliki bekal kefahaman agama yang kuat akan siap menerima tongkat estafet kepemimpinan nantinya.
“Harapannya, kegiatan ini tetap berlanjut, memberikan nuansa baru dan semangat generus lainnya. Dengan generus memiliki bekal kefahaman agama yang kuat akan menjadi generus yang siap menerima tongkat estafet kepemimpinan LDII pada masa mendatang,” tutupnya.
Melalui tahfidzul quran ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya hafal alquran, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. (ard/lines/kutim)








Leave a Reply