SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur kembali mempertegas komitmen untuk tetap mengupayakan pengiriman atlet pencak silat dengan jumlah maksimal pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur 2025.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, saat menghadiri Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) IPSI Kutim Seleksi Atlet Silat Popda Kaltim 2025 yang digelar di Gedung Beladiri GOR Kudungga Sangatta, 11–12 September 2025.
“Kami dari Dispora akan tetap berupaya agar Kutai Timur dapat mengirim pesilat dengan jumlah maksimal sesuai kuota yang diberikan. Ini penting untuk menjaga peluang prestasi dan memberikan kesempatan terbaik bagi atlet-atlet muda kita,” ujar Basuki.
Diketahui, Kejurkab IPSI Kutim kali ini diikuti sebanyak 122 atlet silat dari 10 perguruan silat di Kutai Timur dari total 18 perguruan di bawah naungan IPSI. Mereka bersaing pada 23 kelas yang dipertandingkan, baik kategori tanding maupun seni.
Dari ajang seleksi tersebut, nantinya akan dipilih 22 pesilat dan 1 pelatih untuk mewakili Kutai Timur di Popda Kaltim 2025, sesuai kuota yang dialokasikan IPSI Kutim bersama Dispora.
Basuki menegaskan, Popda bukan hanya sekadar ajang mencari medali, melainkan juga ruang pembinaan atlet muda.
“Kami berharap atlet yang terpilih bisa menunjukkan prestasi terbaik sekaligus membawa nama baik Kutai Timur di tingkat provinsi,” tambahnya.
Dispora Kutim bersama IPSI akan terus berkoordinasi dalam pembinaan, baik melalui latihan terpusat maupun program pendampingan sebelum keberangkatan ke Popda.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Basuki optimistis pencak silat Kutim dapat berbicara banyak di ajang provinsi.
“Silat adalah olahraga warisan budaya bangsa. Kutim punya banyak bibit potensial. Tugas kita bersama memastikan mereka berkembang dengan baik,” pungkasnya. (lines/kutim)






Leave a Reply