SANGATTA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutai Timur menggelar Kejurkab antar perguruan silat di bawah naungannya, sebagai seleksi menuju Popda Kaltim 2025. Kejurkab IPSI Kutim tersebut diselenggarakan di Gedung Beladiri GOR Kudungga Sangatta, 11-12 September 2025.

Ketua Panitia Kejurkab IPSI Kutim, Khoirul Arifin menjelaskan, ada 122 atlet dari sejumlah perguruan silat yang dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut. Nantinya, hasil seleksi kejurkab tersebut akan mengirimkan sebanyak 22 pesilat dan 1 pelatih dari jatah kuota yang dialokasikan IPSI Kutim dari Dispora Kutim, dari 23 kelas yang dipertandingkan.
“Sebenarnya dari 23 kelas yang dipertandingkan itu, kita bisa mengikutkan 29 atlet. Tapi jatah kuota dari Dispora Kutim hanya memungkinkan untuk mengirimkan 22 pesilat dan 1 pelatih ke Popda Kaltim 2025 itu,” terang Khoirul.
Dirinya berjanji akan mengupayakan yang terbaik, agar semua pesilat dapat diberangkatkan mengikuti Popda Kaltim pada November 2025 mendatang.
“Semoga pemerintah mendengarnya, agar bisa diberikan support lebih untuk keperluan ini,” harap Khoirul.
Dia mengakui, jumlah atlet yang semestinya berangkat dari 23 kelas tanding tersebut bisa mencapai 29 pesilat. Kemudian perlu ditambahkan satu pelatih khusus untuk pesilat perempuan, sehingga menjadi dua pelatih.
“Jika ditambah dengan tim official, kami sebenarnya memerlukan hingga 35 orang yang diberangkatkan ke Popda Kaltim tersebut. Semoga saja perjuangan kita bisa berhasil,” imbuhnya. (lines/kutim)







Leave a Reply