LDII Kutim Ikuti Webinar Ponpes Sehat Era Pandemi

LDII Kutim Ikuti Webinar Ponpes Sehat Era Pandemi

SANGATTA – DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar webinar yang diikuti semua jajaran DPD LDII se-Indonesia, termasuk DPD LDII Kutai Timur (Kutim), Senin (10/8/20) pukul 10.00-14.00 Wita.

Tema webinar yang diangkat adalah “Menjadi Pondok Pesantren Sehat Pada Era Pandemi Covid-19”. Tema ini bertepatan dengan kebijakan pemerintah pusat yang sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka untuk daerah zona hijau dan kuning.

Adapun Kutim, termasuk wilayah yang merupakan wilayah zona kuning dalam pandemi covid-19. Kutim termasuk dalam daftar wilayah yang disebutkan untuk boleh menerapkan pembelajaran secara tatap muka.

Jajaran DPD LDII Kutim yang menghadiri webinar tersebut, antara lain Ketua DPD LDII Kutim Damuri SP MSi, Ketua PPPM Budi Luhur Mandiri Ustaz H Tugiarso, Pengajar SMP Budi Luhur Mandiri Murniwati S Pd, Koordinator FKKI Kutim Moh Royan, dan Satgas Covid-19 DPD LDII Kutim Ajeng Retno.

Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso, dalam webinar mengatakan, situasi terbatas akibat wabah covid-19 yang terjadi tidak boleh menyurutkan semangat membentuk generasi unggul.

“Di era pandemi, meskipun sekolah umum masih belum full melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, pondok pesantren berdasarkan keputusan Menteri Agama telah mengijinkan sebanyak 8.085 Ponpes membuka pondoknya untuk menerima santri dalam proses KBM,” ujar Chriswanto, dilansir dari website ldii.or.id.

Seminar online yang dihadiri para pengasuh Pondok Pesantren, pimpinan Boarding School, pengelola Ponpes Pelajar dan Mahasiswa (PPM) di lingkungan LDII, Satgas Covid-19 LDII Provinsi se-Indonesia, serta pengurus DPP LDII dari keseluruhan 34 propinsi bahkan luar negeri berjumlah sebanyak 300 peserta.

Membahas pandemi Covid-19 yang belum dapat berhenti dalam waktu dekat menurut para ahli, menjadi keprihatinan bersama yang perlu antisipasi. Melalui seminar online ini, diharapkan narasumber bisa saling berbagi gagasan bagaimana mengelola pondok pesantren agar memiliki standar protokol kesehatan yang jelas, hal ini ditegaskan oleh Chriswanto Santoso saat pembukaan acara.

Sistem pendidikan pondok pesantren tidak bisa disamakan dengan sekolah umum, harus ada interaksi bersama antara kyai dan santri, santri dan santri, atau pembimbingnya. Karakter pondok itu yang menjadi tantangan bagi pondok menghadapi pandemi covid-19. Pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu kauniyah saja, namun juga merupakan tempat pembinaan karakter dan mental dengan penerapan pada kehidupan sehari-hari.

Adapun pemateri webinar tersebut antara lain dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr Ina Agustina Isturini MKM, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pontren Kementerian Agama RI Dr H Waryono M Ag, Ketua PP RMI Nadhatul Ulama KH Abdul Gaffar Rozin, Redaktur Republika Online (ROL) Nashih Nasrullah, Peneliti Pandemi Griffith University Australia Dr Dicky Budiman M Sc PH Ph D (Can), Satgas Covid-19 DPP LDII Dr Dani Pramudya Sp EM. (pri/ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *