Pengajian Bulanan DPD LDII Oktober, Ajak Warga Tak Tergerus Iman akibat Gejolak Dunia

Pengajian Bulanan DPD LDII Oktober, Ajak Warga Tak Tergerus Iman akibat Gejolak Dunia

Halokaltim.com – Pengajian bulanan DPD LDII Kutai Timur (Kutim) kali ini membahas banyak hal penting keduniaan dan keagamaan. Salah satunya adalah tentang menetapi iman agar tak terpengaruh gejolak yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri.

Seperti biasanya, pengajian tersebut dimulai dengan pembacaan kitab suci Alquran, di Masjid Ulul Albaab, Jalan Permai Raya, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim, Minggu (13/10/19) pagi.

Bacaan Alquran nan khusyuk dilantunkan oleh seorang mubaligh muda, Faisal. Selepas itu, dia kemudian melanjutkan dengan pemaknaan ayat Alquran, surah Al Imron, ayat nomor 102.

“Allah memerintahkan orang beriman untuk bertaqwa dengan sebenar-benarnya rasa takut. Kita harus menetapi terus agama ini sampai ajal mati masing-masing, dengan menjaga empat tali keimanan, yaitu bersyukur, berdoa, mengagungkan, dan mempersungguh,” ulas Faizal kala memaknai ayat suci itu.

Ustaz Tarimo, pembawa acara pada pagi itu, kemudian memanggil Ustaz H. Suprianto sebagai penasihat. Anto, begitu beliau disapa, menjelaskan tentang keduniaan dan keorganisasian.

Anto mengabarkan tentang perang dagang yang terjadi saat ini, antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab. Hal itu berdampak kepada Indonesia yang merupakan sumber bahan baku Tiongkok.

“Dunia, saat ini juga terkena dampaknya. Perang di Timur Tengah, hingga perpecahan agama dan munculnya golongan radikal, jangan sampai mempengaruhi keimanan kita dalam menjalankan ibadah sehari-hari,” urai lelaki yang dikenal pandai melucu itu.

Ustaz H Siswahyudi menjadi pemateri nasihat agama terakhir tadi pagi. Dia memaparkan nasihat tentang ajakan mentapi ketaatan kepada perintah Allah dan Rosulullah. Bahwa ibadah harus sesuai dengan yang diajarkan seperti tertulis di Alquran dan Alhadits.

“Perjuangan agama di Indonesia ini sudah menemui masa yang baik, di mana menjalankan ibadah sudah bisa diterima baik oleh berbagai golongan agama lainnya. Hubungan Dengan Allah memang harus dikedepankan, tapi jangan lupakan menjaga hubungan dengan makhluk Allah, sesama manusia untuk bisa bertoleransi sesuai NKRI dan Undang-Undang,” ucap Siswahyudi. (pri/ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *