Musda LDII Kutim ke-IV, Damuri Terpilih Jadi Ketua

Musda LDII Kutim ke-IV, Damuri Terpilih Jadi Ketua

Musda LDII Kutim ke-IV, Damuri Terpilih Jadi Ketua

Ketua DPD LDII Terpilih periode 2019-2024 Sebelah kiri sedang berjalan

SANGATTA – DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kutai Timur (Kutim) menggelar musyawarah daerah (musda) IV, di Kantor Yayasan Budi Luhur Mandiri, Jalan Permai Raya, Kecamatan Sangatta Utara, Kutim, Sabtu (26/10/19) pagi. Acara berjalan lancar dan kondusif.

Hasil musda, H Damuri SP MSi terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD LDII Kutim periode 2019-2024. Dirinya menggantikan KH Muflihun Assiddiqi SH yang sebelumnya merupakan ketua DPD LDII Kutim selama dua periode, yakni 2009-2019. Sebelum itu, DPD LDII Kutim dipimpin H Siswahyudi.

Musda LDII Kutim IV tersebut dihadiri seluruh anggota DPD LDII Kutim, perwakilan PC dan PAC di 18 kecamatan se-Kutim, dan beberapa perwakilan DPW LDII Kalimantan Timur (Kaltim). Mengangkat tema “meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan NKRI yang maju dan berdaulat”.

Muflihun menjelaskan, dirinya sudah dua periode mengemban amanah sebagai ketua DPD LDII Kutim. Kini, sebagai regenerasi tongkat estafet kepemimpinan tersebut diserahkan kepada H Damuri SP MSi yang terpilih secara aklamasi.

Dirinya berharap, ke depannya LDII Kutim bisa lebih jaya, maju, cerdas, dan meningkat di segala bidang. Terutama bidang ketakwaan kepada Allah SWT, karena yang akan dihadapi nanti adalah kemerosotan moral dan akhlak yang mau tak mau harus dihadapi.

foto bersama pasca Musda Kutim 2019 yang ke 4

“Maka perlu adanya peningkatan akhlaqul kharimah. Sebagai warga negara republik tercinta ini, kita harus menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia,” ungkap lelaki yang juga merupakan dewan penasihat MUI Kutim itu.

Damuri pun mengaku, siap secara lahir batin menerima amanat yang dipercayakan kepada dirinya. Akan siap mengabdi, dan berupaya bersikap adil dan bijak.

“Saya berharap semoga LDII Kutim makin maju dan jaya, serta bisa selalu menjadi organisasi keagamaan yang berkontribusi baik dalam menjaga nilai-nilai agama dan NKRI di Kutim,” papar Damuri. (ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *