Muflihun : LDII Adalah Penengah di Antara Siklus Iklim Politik Indonesia

SANGATTA – Keberadaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di tengah-tengah masyarakat menjadi suatu penetral di antara berbagai situasi. Terlebih saat ini, pesta demokrasi sudah menanti, membuat banyak gegeran yang menyeret isu politik di antara elit negara.

Ketua DPD LDII Kutim KH Muflihun menyampaikan, rakernas di Jakarta pada 10 Oktober lalu, juga sebagai penegas bahwa LDII adalah organisasi yang selalu menjadi penengah. Salah satu buktinya, tamu yang didatangkan saat itu adalah Presiden sekaligus Calon Wakil Presiden (Capres) Joko Widodo, dan Capres Prabowo Subianto.

Ditegaskan Muflihun, sejak dulu pihaknya memiliki prinsip dan angan untuk selalu menjadi penengah. Jadi, ketika ada isu apa saja yang bergulir, LDII tak ingin terpengaruh.

“Justru, kami menjadi penetral. Partai politik di Indonesia saat ini telah mengambil sikap masing-masing. Banyak ormas (organisasi kemasyarakatan) juga telah bersikap, dengan ciri dan prinsip masing-masing, sesuai hak mereka. Tapi LDII akan selalu jadi penengah,” tegas lelaki yang juga dewan pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim itu.

Dia menyatakan, LDII di mana saja akan selalu menjadi organisasi yang besar dan cinta damai, seperti sedia kala. “Kami juga menjadi penengah di antara ormas lain. LDII menjadi penengah di antara konflik. LDII cinta negara, NKRI harga mati. Kami tak suka konflik. Surga adalah tujuan utama hidup ini, dunia hanya sementara,” ucap Muflihun sambil tersenyum ringan. (*)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *